Mengenai Panada Kue Khas Manado

Mengenai Panada Kue Khas Manado

Daftarkulinerindonesia.web.id – Kota Manado terletak di tepi pantai Laut Sulawesi tepatnya di Teluk Manado. Kondisi geografis ini membuat makanan utama yang dikonsumsi oleh masyarakat kota Manado adalah Ikan. Beragam makanan diolah dengan bahan dasar ikan. Sebut saja woku blanga ikan kakap dan ikan bakar rica-rica yang terkenal seantero Indonesia. Tak hanya itu, kuliner Manado terkenal dengan cita rasa pedas, tak heran jika padanan ikan bakar atau goreng adalah dabu-dabu (sambal). Dabu-dabu berbahan dasar ikan pun ada, namanya dabu-dabu ikan roa. Dabu-dabu jenis ini hanya ada di Manado. Perkembangan kuliner Manado tak luput dari campur tangan bangsa penjajah yaitu Belanda dan Portugis. Salah satu kuliner yang berbau Belanda dan sangat terkenal adalah klapertart.

Budaya masyarakat Manado yang suka ngumpul, ngobrol dan ngopi di warung kopi, membuat para penjual berlomba menyajikan kue-kue sebagai padanan kopi. Salah satu kue khas Manado yang sering disajikan adalah panada.

Baca Juga : Daging Buatan Dari Kulit Cempedak Alias Mandai

Asal-Usul Panada

Banyak yang mengatakan panada merupakan pengaruh kuliner Belanda. Anggapan itu salah. Panada berasal dari Portugis, dalam bahasa mereka disebut empanada. Empanada adalah isian makanan (ikan,dll) yang dibungkus roti. *

Bentuk panada ini seperti pastel. Bedanya dengan pastel, ada di isinya, panada diisi dengan ikan cakalang. Isi dari panada ini disebut panpis. Panpis terbuat dari ikan cakalang yang di suwir halus dan dimasak dengan bumbu-bumbu seperti bawang merah, bawang putih, daun mint, santan, cabe merah.

Kandungan Gizi

Untuk membuat panada, diperlukan ikan cakalang. Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis) adalah ikan berukuran sedang dari familia Scombridae (tuna) . Satu-satunya spesies dari genus Katsuwonus. Cakalang terbesar, panjang tubuhnya bisa mencapai 1 m dengan berat lebih dari 18 kg. Cakalang yang banyak tertangkap berukuran panjang sekitar 50 cm. Nama-nama lainnya di antaranya cakalan, cakang, kausa, kambojo, karamojo, turingan, dan ada pula yang menyebutnya tongkol. Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai skipjack tuna.*

Kandungan vitamin pada ikan tuna, terutama jenis sirip biru (cakalang) sangat tinggi, yaitu mencapai 2,183 IU. Konsumsi 100 gram ikan tuna sirip biru cukup untuk memenuhi 43,6 persen kebutuhan tubuh akan vitamin A setiap hari. Vitamin A sangat baik untuk pemeliharaan sel epitel, peningkatan imunitas tubuh, pertumbuhan, penglihatan, dan reproduksi.*

Ikan cakalang termasuk dalam jenis ikan tuna, secara umum kandungan gizi ikan tuna*

Cara Membuat Panada

BAHAN KULIT :

~ 1 kg tepung terigu protein sedang
~ 1 sdt baking powder
~ 4 sdt (16gram) ragi instan
~ 4 sdm gula pasir
~ 4 butir telur
~ 2 sdt garam
~ 500 ml santan dari 1 butir kelapa
~ Minyak untuk menggoreng

BAHAN ISI (Panpis) :

~ 2 ekor ikan cakalang (disesuaikan)
~ 2 sdt air jeruk nipis
~ 3 sdt garam
~ 3 sdt gula pasir
~ 400 ml santan dari 1 butir kelapa
~ 60 gram daun mint
~ 6 sdm minyak untuk menumis
~ 2 batang daun bawang

BUMBU DIHALUSKAN:

~ 8 buah cabai merah
~ 8 buah cabai rawit merah
~ 10 butir bawang merah
~ 5 siung bawang putih
~ 5 cm jahe

CARA MEMBUAT:

1. Isi: lumuri ikan cakalang dengan air jeruk nipis. Diamkan selama 10 menit. Kukus 20 menit sampai matang. Angkat dan suwir-suwir.
2. Panaskan minyak. Tumis bumbu halus, masukkan ikan cakalang. Aduk rata.
3. Tambahkan garam, gula pasir, dan santan. Masak sampai meresap. Menjelang diangkat masukkan daun mint dan daun bawang. Aduk sampai layu. Angkat. Dinginkan.
4. Kulit: campur tepung terigu, baking powder, ragi instan, dan gula pasir. Aduk rata. Masukkan telur, garam, dan santan sedikit-sedikit sambil diuleni sampai elastis. Diamkan selama 20 menit.
5. Timbang adonan masing-masing 20 gram. Bentuk bulat.
6. Pipihkan adonan. Beri isi. Pilin seperti pastel. Diamkan selama 20 menit.
7. Goreng dalam minyak yang sudah dipanaskan dengan api sedang sampai matang.

Pada umumnya panpis yang dibuat bercita rasa pedas.

Related posts